Jika kau berkata akan pergi, mungkin
aku hanya akan terdiam dihadapanmu tanpa berkata satu patah kata apapun. Hanya
senyuman yang akan kuberikan kehadapanmu. Kelemahanku sangat jelas saat hal itu
terjadi. Mencintaimu bukanlah kesalahan buatku,
tapi dengan meninggalkanmu, merupakan keterpurukanku yang paling dalam untuk
kucatat dalam buku harianku. “Jangan pergi
meninggalkanku”. Itulah kata
yang ingin kuucapkan tapi tak ingin keluar dari mulutku. Hanya satu yang kutahu
bahwa aku sangat menginginkanmu wahai kekasihku. Sekali lagi ingin kukatakan “Jangan pergi meninggalkanku…”
Minggu, 09 September 2012
>Penaku…
Penaku belum berhenti
menulis namamu…
Bacalah Karena ukiran
namamu masih terukir dari penaku…
aku ingin bilang cinta tapi itu sangat sulit, jadi akan kutulis saja lewat penaku karena nyaliku tidak sebesar nyali sang pujangga yang pandai berucap kata cinta…
aku ingin bilang cinta tapi itu sangat sulit, jadi akan kutulis saja lewat penaku karena nyaliku tidak sebesar nyali sang pujangga yang pandai berucap kata cinta…
So… aku tetap menulis
namamu dengan penaku !
Namun jangan
menganggapku sebagai penakut karena aku bukanlah seorang penakut dimata
kekasihku, karena akan kuberikan dan kupersembahkan cinta selembut tiupan angin
kepadamu wahai kekasihku.
Saat penaku menulis
hatiku selalu memikirkanmu.
Langganan:
Postingan (Atom)

